Informasi Seputar Burung

Hot

Post Top Ad

Minggu, 09 Agustus 2015

Cara Beternak Belut Sukses Dengan Praktis Dan Mudah

16.23 0

Cara Beternak Belut

Cara Beternak Belut Sukses Dengan Praktis Dan Mudah – Memang saat ini banyak sekali para pendatang baru untuk beternak belut namun seiring dengan semakin banyaknya permintaan pasar, untuk belut konsumsi di Negara kita belum terpenuhi. Belut adalah salah satu jenis ikan yang kaya akan kandungan gizi yang baik, hal itu adalah sisi positif disamping bentuknya yang mirip ular dari belut itu sendiri. Belut dapat di ternak pada kolam permanen atau pun pada kolam semi permanen, namun pada kesempatan ini saya akan memberikan tentang cara beternak belut dengan menggunakan tong bekas karena cara ini merupakan cara yang paling praktis dan mudah.
Sukses Budidaya Belut Dalam Drum
Tong bekas yang akan di gunakan untuk beternak belut memang memerlukan modifikasi khusus, dan hal ini sangat mudah untuk dilakukan siapa saja, tidak perlu tenaga ahli dalam hal ini. Langsung saja, dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan jika ingin mempraktekkan cara beternak belut dengan media kolam tong bekas.

Cara Beternak Belut Dengan Menggunakan Kolam Tong Bekas

  1. Persiapan Awal
Peralatan Yang Perlu Disiapkan
  • Tong/Drum Bekas, bahan yang mudah dimodifikasi adalah tong/drum berbahan plastik.
  • Kawat Kasa, digunakan untuk menutup lubang pada peralon yang digunakan sebagai sirkulasi air agar belut tidak keluar.
  • Peralon, digunakan untuk membuat lubang saluran sirkulasi air.
  • Tandon Untuk menampung air
  • Ember
  • Cangkul
  • Baskom
Pembuatan Media Tumbuh Untuk Beternak Belut Didalam Kolam Tong

Dalam tahap ini kita dituntut lebih untuk selalu memperhatikan kebersihan tong/drum yang akan kita gunakan sebagai media kolam, tong harus dalam keadaan tidak mengandung zat kimia apapun yang bisa saja membuat belut menjadi mati dan tidak bisa beradaptasi dalam tong tersebut. Jika tong yang Anda gunakan terbuat dari bahan seng atau aluminium maka bersihkanlah, bila perlu cat ulang tong agar tidak mengandung karat yang berbahaya buat kelangsungan hidup sang belut. Setelah pengecatan cuci dan diamkan kurang lebih 1 minggu agar bau cat yang baru tidak ada lagi.

Sukses Budidaya Belut Dalam Drum - Pembuatan Media Tumbuh

Cara untuk membuatkan media tumbuh memang tidak sulit dan bahkan pada pertemuan sebelumnya sudah saya jelaskan pada postingan "Cara Beternak Belut Sukses Dengan Praktis Dan Mudah"

Cara Memodifikasi Tong/Drum Bekas Untuk Kolam Belut

Sukses Budidaya Belut Dalam Drum - Modifikasi Drum
  • Tong harus diletakkan pada tempat yang datar, kalau perlu ganjal kanan kiri tong agar tidak terguling.
  • Lubangi tengah drum dan sisakan hanya sekitar 5cm untuk bagian kanan dan kirinya.
  • Lubangi drum bagian pojok bawah untuk sirkulasi air, agar memudahkan untuk pengurasan.
  • Buatlah penutup/peneduh kolam tong yang akan kita gunakan, hal ini harus tidak terlalu banyak terkena sinar matahari, selain agar tidak panas belut juga menyukai tempat yang gelap untuk kesehariannya.
  1. Pembuatan Media Tanah
Hal ini memang termasuk sangat penting, belut pada hakikatnya adalah jenis ikan yang senang untuk hidup dalam keadaan air yang berlumpur, di dalam alam bebas belut sangat banyak kita jumpai dalam persawahan ataupun didalam rawa-rawa. Belut bisa hidup tenang apabila hal ini bisa kita terapkan dalam kolam yang akan kita gunakan sebagai cara beternak belut. Berikut ini adalah cara dan bahan-bahan yang akan kita gunakan untuk membuat media tanah didalam kolam tong/drum :
Sukses Budidaya Belut Dalam Drum - Media Tanah
  • Isilah tong dengan tahan hingga mencapai ketinggian 30-40 cm, bisa mengambil tanah disekitar rumah Anda.
  • Isi air hingga terlihat tanah becek, namun dengan catatan jangan sampai air menggenangi tanah.
  • Masukkanlah cairan EM 4, paling bagus adalah dengan memberinya 4 botol, (obat ini bisa dibeli ditoko pertanian terdekat Anda tinggal).
  • Aduklah tanah selang satu hari sekali, hingga dirasa tanah sudah menjadi lembur dan halus layaknya lumpur.
CATATAN PENTING : Jika Anda memungkinkan untuk mengambil lumpur dari persawahan atau lumpur dari rawa-rawa, maka hal diatas tidak perlu dilakukan karena lumpur sawah/rawa malah lebih bagus dari hasil pembuatan media tanah diatas

  1.  Pembuatan Media Bokashi Instan Dalam Kolam Tong/Drum
Selain memberi media tanah dalam kolam drum/tong maka selanjutnya kita akan membuat media instan bokashi, media ini sangat penting untuk melengkapi media tumbuh yang akan kita gunakan untuk cara beternak belut. Pembuatannya juga tidak terlalu susah, bahkan kita bisa mendapatkan bahan-bahan ini tanpa harus mengeluarkan uang sedikitpun. Tanah yang sudah kita siapkan dalam tahap diatas, selanjutnya akan kita maksimalkan tingkat kesuburannya dengan memberinya media bokashi. Pembuatan media bokashi ini juga sangat hemat, jika kita menyiapkan 100kg bahan maka kita dapat menghasilkan media bokashi siap pakai seberat 90kg. Dan untuk 1 kolam tong hanya membutuhkan sekitar 40kg media bokashi, tentunya hal ini akan lebih hemat. Dibawah ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media instan bokashi :
  • Bekatul sekitar 20%
  • Potongan batang pisang/debog (jawa) sekitar 10%
  • Pupuk kandang/ternak sekitar 30%
  • Jerami padi yang sudah dirajang sekitar 40%
  • Cairan EM4
  • Air bersih ( bisa menggunakan air sumur)
  • 250gr gula yang sudah dilarutkan, hal ini bertujuan untuk menghasilkan 1 liter larutan molases
Cara Membuat Media Instan Bokashi Untuk Beternak Belut Kolam Tong :
  • Rajang jerami dan pohon pisang hingga kecil-kecil, lakukanlah dengan semaksimal mungkin lalu keringkan hingga sangat kering.
  • Setelah bahan diatas selesai dikeringkan, campurkan kesemua bahan yang sudah saya sebutkan diatas, aduk hingga merata.
  • Tutuplah drum serapat mungkin, bisa menggunakan plastik atau kain, aduklah sehari sekali agar proses fermentasi terjadi secara menyeluruh.
  1. Cara Mecampurkan Media Tanah dan Media Instan Bokashi
Selanjutnya tugas kita adalah mencampurkan media tanah dan media instan bokashi yang sudah kita buat, hal ini adalah tahap akhir untuk menciptakan tempat berkelangsungan hidup belut yang akan kita budidayakan. Pencampuran ini merupakan cara yang maksimal untuk membuat belut merasakan sensasi hidup dialam yang bebas, pembuatan media ini juga bertujuan untuk menjadikan lumpur yang sehat dan bagus untuk pertumbuhan belut. Cara untuk menyampurkan media tanah dan media instan bokashi yang telah kita buat adalah sebagai berikut  :
  • Masukkanlah media bokashi kedalam kolam tong yang telah kita persiapkan.
  • Isi kolam tong dengan air hingga ketinggian sekitar 5cm, diamkan sampai kiranya 1 minggu. Dalam tahap ini tong tidak perlu ditutup atau diaduk, cukup diamkan saja untuk menunggu tumbuhnya mikroorganisme baik yang berguna untuk bulut.
  • Keluarkan air yang sudah terdiamkan selama 1 minggu tersebut, lalu gantilah dengan air bersih yang baru, bisa menggunakan air sumur.
  • Berikanlah tanaman air, namun jangan sampai kebanyakan agar tidak menutupi seluruh permukaan air
  • Isilah kolam tong ini dengan ikan-ikan kecil (combro)
  • Berilah Vetsin secukupnya, vetsin ini berguna untuk merangsang belut agar nafsu makan bagus dan diamkan selama 2 hari.
Dalam membuat media ini yang perlu kita perhatikan adalah ketinggian seluruh media/bahan yang sudah kita masukkan, dan yang paling penting untuk tumbuhan air jangan sampai 50%.

  1. Cara Memasukkan Bibit Belut Pada Kolam Drum/Tong
Sukses Budidaya Belut Dalam Drum - Penebaran Bibit
Waktu yang paling tepat untuk memasukkan bibit belut adalah pada sore hari, karena dalam keadaan cahaya yang gelap belut akan beraktifitas untuk kelangsungan hidupnya. Pada malam hari belut akan mencari makan, mencari pasangan, dan aktifitas lainnya. Pada siang hari belut akan lebih diam dan tidak beraktifitas apapun, maka dari itu yang paling bagus untuk menebar bibit adalah pada sore menjelang malam hari.

  1. Cara Perawatan Belut Didalam Kolam Tong/Drum
Dalam hal perawatan cara beternak belut disini sama dengan cara budidaya belut dimedia kolam lainnya, namun pada kolam tong memang lebih mudah daripada perawatan belut yang dibudidayakan dikolam permanen seperti kolam tembok ataupun semi permanen seperti kolam terpal. Dengan luas kolam tong ini tentunya tidak seluas kolam lainnya, maka perawatannyapun sangat mudah, namun hal ini juga harus terus diperhatikan terutama kondisi air jangan sampai berubah dan kekurangan.

Dibawah ini akan saya jelaskan poin-poin bagimana perawatan tentang cara beternak belut didalam kolam tong/drum bekas :

A.      Cara Pemberian Pakan Belut

Pemberian makan juga merupakan hal terpenting dalam cara beternak belut, pakan yang baik akan juga menghasilkan panen yang baik pula. Pemberian pakan pada belut ini memang tidak ada peraturan tertentu, namun pemberian pakan sangat bagus dilakukan jika berat pakan mencapai 5% dari berat bibit belut yang telah ditebar. Belut sangat menyukai pakan-pakat alami/pakan hidup seperti binatang kecil darat/air, cacing, keong,bekicot,bangkai ternak,ikan rucah, dan lain-lain. Pemberian pakan paling bagus adalah direbus terlebih dahulu supaya mudah dieksekusi oleh belut dan juga tidak akan membuat perubahan pada air (bau). Pakan sebaiknya diberikan pada sore menjelang malam hari antara jam 5-6 sore, hal ini tentunya dimaksudkan agar menyesuaikan kelangsungan hidup belut yang aktif beraktifitas pada malam hari.

B.      Pengaturan Air Belut Kolam Tong

Kali ini uga merupakan poin penting untuk sukses beternak belut, pengaturan air ini bertujuan agar menjaga air tetap sehat dan tidak tercemar, sebetulnya sangat mudah dalam mengatur air, kita hanya memberikan sirkulai keluar masuknya air pada kolam drum/tong yang kita gunakan. Dengan dialirinya air baru maka akan keluarlah air yang lama, jadi air didalam kolam akan tetap sehat dan tidak tercemar dari sisa-sisa pakan atau benda lainnya.

C.      Perawatan Tanaman Air Pada Kolam Belut

Pemberian dan perawatan tumbuhan air ini memang hal yang sepele, kita harus bisa mengontrol tumbuhan yang hidup didalam kolam, jika sudah terlalu banyak (berkembang biak) maka kurangilah, dan jika sebagian mati dan dirasa tidak dapat menjadi tameng sinar matahari untuk belut maka tambahkanlah, namun jangan sampai semua permukaan air terpenuhi oleh tumbuhan air. Separuh saja sudah cukup.

D.      Pemberian EM4

Kita cukup memberikan cairan ini dengan 2-3 kali dalam satu hari, EM4 mudah kita dapatkan dengan membelinya ditoko pertanian terdekat dari lokasi tempat tinggal Anda. Pemberian zat ini bertujuan agar menetrelkan air dari sisa-sisa pakan yang kita berikan untuk belut.

E.       Pengentrolan Sekitar Lokasi Kolam

Tugas kita juga harus mengendalikan/mengkondisikan kolam beternak belut kita dari bahaya hewan pemangsa, karena hal ini tentu saja dapat merugikan. Lindungi kolam dari binatang-binatang seperti ayam, ular, kucing, burung hantu, dan lain-lain. Perlindungan bisa dibuatkan pagar atau jaring agar binatang-binatang tersebut tidak dapat masuk dan memangsa belut yang telah kita ternak.

F.       Cara Pemanenan Belut Kolam Drum/Tong

Ini adalah saat-saat yang kita tunggu-tunggu, belut yang normal dapat dipanen pada umur 3-4 bulan, dan hal ini juga tentunya sesuai keinginan, sesuai dengan permintaan pasar. Hendaknya belut yang masih kecil dipisahkan dan dimasukkan kedalam kolam budidaya lagi, sehingga bisa tumbuh dan bisa dipasarkan. Pemanenan belut pada kolam tong/drum bekas tentunya sangat mudah, jadi dengan cara ini semakin praktis untuk menuju sukses beternak belut.

Artikel Terkait Tentang Budidaya Kambing
  1. Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah
  2. Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas
  3. Belut Air Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya
  4. Cara Beternak Belut Sukses Dengan Praktis Dan Mudah
  5. Ternak Belut Di Tong Dengan Praktis Dan Mudah
  6. Cara Ternak Belut Paling Mudah Dan Efektif
  7. Cara Pemasaran Belut Mudah Dan Menjanjikan
  8. Belut Raksasa Yang Pernah Ada Di Dunia
Baiklah para mitra budidaya, jangan pernah menyerah jika kita akan memulai untuk berusaha, usaha beternak belut merupakan hal simple yang mempunyai hasil lumayan besar. Cara beternak belut juga dapat dilakukan oleh siapa saja, dan semakin lama Anda berada didalamnya maka akan semakin ahli pula tentang cara beternak belut yang baik dan benar. Salam sukses mitra budidaya!

Demikian tips yang saya bagikan tentang Cara Beternak Belut Sukses Dengan Praktis Dan Mudah, semoga bermanfaat, baca juga ulasan menarik lainnya pada Belut Air Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya.
Read More

Sabtu, 01 Agustus 2015

Belut Air Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya

16.09 0

Belut Air Bersih

Belut Air Bersih Dan Cara Budidaya Pembesarannya - Belut (Monopterus albus) merupakan salah satu jenis ikan yang menyukai untuk berkelangsungan hidup pada air yang berlumpur, ikan jenis ini kaya akan kandungan gizi bila dikonsumsi. Belut saat ini mengalami kenaikan permintaan pasar, dan untuk memenuhinya sering kali tidak mencukupi karena minimnya jumlah para pembudidaya belut saat ini. Banyak yang telah melakukan pembudidayaan belut mulai dari pembibitan sampai dengan budidaya pembesaran dengan menggunakan media berlumpur karena cara ini dianggap sebagai cara yang tepat untuk budidaya belut.
Belut Air Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya
Dipertemuan sebelumhya saya sudah menjelaskan tentang solusi pembudidayaan belut dengan judul “Cara Budidaya Belut DenganKolam Drum Bekas” dan cara itu juga merupakan cara praktis untuk budidaya belut. Untuk saat ini saya akan memberikan solusi lainnya dengan pembudidayaan belut dikolam air bersih dan tanpa lumpur. Dengan adanya penelitian tentang budidaya belut air bersih ini tentunya pemeliharaan pembesaran belut lebih praktis dan mudah dilakukan, cara ini merupakan penemuan yang dilakukan oleh penelitian para ahli perikanan dijepang. Dinegara kita penemuan ini merupakan penemuan besar, karena sangat bermanfaat untuk kita semua yang ingin membudidayakan belut air bersih.

Teknik budidaya belut diair bersih tentunya akan mengalahkan teknik budidaya sebelumnya, yang dengan membuatkan media hidup seperti jerami, pelepah pisang, pupuk kandang/kompos, dengan sistem fermestasi terlebih dahulu. Karena dianggap sebagai solusi mudah pembudidayaan belut cara ini sekarang menjadi trend dijepang, kita tahu bahwa masyarakat jepang sangat menyukai masakan belut, baik dikonsumsi langsung maupun sudah menjadi beberapa makanan olahan. Namun dengan catatan yang telah saya ambil dari penemuan terbaru para ahli perikanan dijepang bahwa : Belut dapat dibudidayakan/hidup didalam air bersih, namun untuk menjaga reproduksi alami harus diberikan lumpur.

Dengan teknik pembudidayaan belut pada kolam air bersih memang harus dengan ketelitian yang lebih daripada pembudidayaan belut pada kolam bermedia tumbuh. Belut air bersih harus diperhatian tentang pemberian makanan dan juga beberapa antisipasi penyakit yang menyerang. Pengaturan air juga sangat penting untuk budidaya belut pada air bersih, karena sering kali air akan tercemar jika tidak kita perhatikan, baik dari kotoran belut yang banyak atau sampah yang ada didalam kolam.

Kentungan dari sistem budiaya belut air bersih adalah mudahnya untuk pengontrolan pada bibit belut yang akan kita besarkan, karena pada dasarnya belut akan terlihat dengan kasat mata, tentunya hal ini akan memudahkan kita untuk selalu mengkontrol baik jumlah ataupun perkembangan pertumbuhan belut itu sendiri. Sangat berbeda dengan kolam belut yang menggunakan media hidup (fermentasi) yang jumlah dan perkembangan pembesarannya tidak bisa dikontrol (belut akan bersembunyi dimedia tumbuh yang telah disediakan).Dan kentungan lainnya adalah penebaran bibit yang akan dibesarkan bisa lebih banyak daripada budidaya belut dengan media tumbuh (fermentasi) bahkan bisa 20 sampai 30 kali lipatnya.

Keunggulan Dan Keuntungan Budidaya Belut Air Bersih

Belut Mudah Dikontrol

Untuk mengontrol belut yang akan kita besarkan sangatlah tidak sulit, karena belut pada air bersih akan terlihat, jika belut terserang penyakit atau ada karakter lain yang mencurigakan akan mudah dikendalikan.

Penebaran Bibit Yang Lebih Banyak

Jalas, untuk penebaran bibitnya akan bisa lebih banyak daripada budidaya belut dengan sistem media tumbuh (lumpur), dan jumlah penebarannya bisa 10 sampai 30 kali lipat daripada budidaya belut dimedia lumpur karena pastinya kolam akan longgar dan dapat dimanfaatkan untuk penambahan bibit.

Mengurangi Adanya Kanibalisme

Belut merupakan salah satu jenis ikan yang akan memangsa binatang apa saja yang lebih lemah dari dirinya, dan tidak terkecuali jenisnya sendiri. Dan dengan dasarjenis ikan yang memangsa daging dia tentunya akan memangsa sesama jenisnya, apalagi untuk belut yang sudah berumur 6-8 bulan merupakan belut yang sudah dewasa. Pada umur itu dia akan mencari tempat untuk sehari-harinya dan menganggap itu adalah daerah kekuasaanya, jika ada yang mendekat dan dia terganggu akan terjadi saling serang dan saling memangsa.

Dengan tidak adanya lumpur, maka belut-belut tersebut akan bergerombol dan saling melindungi dirinya sendiri dengan tubuh belut lainnya, dan kondisi seperti ini akan terbiasa dari awal penebaran benih, sehinggga kejadian kanibalisme akan terkurangi.

Lebih Efissisen Dan Lebih Efektif

Sangat berbeda dengan cara budidaya belut dengan metode media hidup (lumpur fermentasi) dengan belut air bersih, karena akan lebih efissien dan praktis. Dengan belut air bersih kita tidak lagi repot-repot untuk menyiapkan bahan media tumbuh (lumpur fermentasi) seperti : jerami, pelepah/debog pisang, pupuk kandang, pupuk kompos dan lain-lain.

Budiaya belut air bersih juga akan lebih efektif disaat pemberian pakan, pakan yang diberikan pada belut akan seluruhnya termakan habis, karena di air bersih semua pakan akan dapt ditemukan si belut.
Dengan tidak adanya lumpur juga memudahkan kita untuk selalu mengendalikan apabila sesuatu terjadi pada kolam belut air bersih. Kolam yang digunakannya juga lebih efektif, menghemat lahan dan dengan pembuatan yang sangat mudah.

Cara Budidaya Belut Air Bersih

Pada cara budiaya belut air bersih, disini ada beberapa faktor-faktor penting yang harus kita perhatikan agar budiaya belut tepat mencapai sasaran. Hal ini sangat penting karena salahsatu penyebab berhasil atau tidaknya belut air bersih yang akan kita lakukan. 
Cara Budidaya Belut Air Bersih

Mulai dari persiapan air, pemelihan bibit, dan juga penyediaan pakan adalah faktor penting untuk menunjang berhasil atau tidaknya budidaya belut air bersih. Dibawah ini adalah beberapa faktor penting dalam cara budidaya belut air bersih :

  1. Air
Air sangatlah penting untuk kelangsungan semua jenis ikan, dan belut juga demikian walaupun suka dengan lumpur namun dia juga sangat menyukai air yang cocok untuk kelangsungan hidupnya. Jika kita melihat sebuah lubang belut (disawah/dirawa) dan didalamnya masih ada belutnya, maka pada lubang tersebut akan ada air bersih didalamnya, jadi belut juga menyukai air bersih untuk hidup. Dibawah ini adalah cara untuk menyediakan air untuk budidaya belut air bersih :
  • Air yang kita gunakan untuk budidaya belut air bersih harus diantara suhu optimal sekitar 25 sampai 28 derajat C.
  • Air jangan sampai mengandung jenis zat kimia apapun.
  • Pada kolam harus diberikan sirkulasi air, walaupun kecil untuk keluar masuk air.
  • Jika pada kolam tidak terdapat sirkulasi keluar masuk air maka kolam akan keruh dan tercemar, hal ini akan membuat belut stress dan mati, yang harus kita lakukan adalah dengan mengganti air kolam selang 2-3 minggu sekali. Untuk hal ini direkomendasikan agar memberri sirkulasi keluar masuknya air pada kolam, meskipun dengan debit yang kecil.
  1. Pakan
Pakan juga merupakan hal penting untuk menunjang proses perkembangan belut, Pemberian pakan yang kurang atau telat akan membuat belut menjadi kanibalisme (memangsa sesama jenis) tentunya hal ini sangat merugikan dengan berkurangnya jumlah belut yang kita budidayakan dan juga lamanya proses pembesaran. Untuk itu pemberian pakan harus kita perhatikan jangan sampai kurang dan jangan sampai telat.

Belut juga mempunyai rasa bosan jika kita berikan pakan yang itu-itu saja, untuk mengatasinya dalah jika kita memberikan pakan dan belut masih lahap memakannya, janganlah beralih dengan pakan yang lain. Dan beralihlah kepakan yang lain bila belut terlihat sudah tidak selera dengan pakan tersebut.

Jenis-jenis pakan belut yang bagus seperti : cacing lumbricus, ikan cere, ikan cithol, ikan guppy, anakan ikan mas, berudu (kecebong), lambung katak, keong mas/sawah, ulat hongkong dan masih banyak yang lainnya.

  1. Pemilihan Bibit Berkualitas
Dalam mebeli bibit belut kita juga dituntut untuk lebih cermat dan teliti, karena bibit yang baik juga akan memiliki kuantitas yang baik pula, baik dari segi pertumbuhan maupun ketahanan penyakit. Dan untuk mengetahui ciri-ciri bibit belut yang berkualitas adalah sebagai berikut :
  • Bibit terlihat lincah dan agresif (tidak loyo)
  • Bibit harus sehat dan tidak ada luka/cacat pada tubuhnya
  •  Tubunya keras jika kita pegang (pertanda belut kuat dan sehat)
  • Ukuran bibit yang sama, paling bagus adalah ukuran dengan panjang 10-12 cm.
Persiapan Dan Langkah Awal Budidaya Belut Air Bersih

Jika persiapan awal pada budidaya belut dengan media lumpur(fermentasi) adalah menyiapkan kolam dan membuat media hidup (fermentasi), untuk budidaya belut air bersih adalah tidak!! Pada belut air bersih yang harus kita siapkan dulu adalah pakan, memang sangat penting untuk budidaya belut adalah pakan, untuk mengantisipasi terjadinya kendala pakan, maka kita akan mempersiapkan pakan terlebih dahulu, agar nantinya akan mudah untuk pemberian pakan yang baik untuk belut.

Dengan persiapan pemeliharaan pakan, maka akan mengurangi jumlah biaya pengeluaran untuk pembelian pakan belut, dan tentunya akan menunjang pendapatan. Pemeliharaan pakan ini harus dilakukan 3-4 bulan sebelum menebarkan bibit belut pada kolam belut air bersih. Pakan yang bias kita budidayakan adalah pakan hidup seperti : keong mas, bekicot, cacing, katak, ikan cere, ikan cithol, ikan guppy, jangkrik, larva ikan, ulat hongkong, dan masih banyak pakan hidup lainnya yang bisa dibudidayakan.

Selanjutnya adalah persiapan kolam yang akan digunakan untuk budidaya belut air bersih, kolam bisa dibuat dengan bak semen (permanen) atau dengan kolam terpal (semi permanen), untuk belut air bersih akan lebih menghemat lokasi, jika pada kolam belut dengan media lumpur dengan luas 5x5 meter maka untuk ukuran ini bisa kita gunakan 3 kolam. Dan penebaran bibitnyapun bisa lebih banyak daripada budidaya belut dengan media lumpur, bahkan bisa sampai dengan 10-30 kalilipatnya.

Selanjutnya adalah pembuatan sirkulasi air, pada kolam belut air bersih direkomendasikan dengan memberikan sirkulasi keluar masuknya air, hal ini bertujuan agar air didalam kolam tidak tercemar dan kondisi pH air akan stabil. Mengapa sirkulasi ini sangat penting, karena belut merupakan salah satu ikan yang selalu mengeluarkan lendir, ubtuk melindungi dirinya, dan semakin banyak belut maka akan semakin banyak lendir yang akan dihasilkan, dan tentunya akan membuat pH air menjadi buruk dan mendatangkan penyakit.

Selanjutnya juka kolam dan air sudah selesai kita persiapkan, segera tebarkan bibit-bibit belut yang sudah kita beli, tentunya dengan ciri-ciri bibit yang berkualitas seperti yang saya sebutkan diatas. Penebaran benih paling bagus hendaknya dilakukan pada malam hari, karena dikondisi gelap belut akan beraktifitas.
Pemanenan Belut Air Bersih

Setelah menebarkan bibit yang harus kita lakukan adalah memberikan makanan dan juga mangatur suhu air agar tetap seimbang, jangan sampai telat/kurang dalam memberikan pakan , dan jangan sampai pH air menjadi buruk. Hal ini harus kita lakukan secara berkelanjutan hingga belut siap dipanen, dan hal ini harus kita lakukan dengan sampai waktu panen.

Artikel Terkait Tentang Budidaya Kambing
  1. Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah
  2. Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas
  3. Belut Air Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya
  4. Cara Beternak Belut Sukses Dengan Praktis Dan Mudah
  5. Ternak Belut Di Tong Dengan Praktis Dan Mudah
  6. Cara Ternak Belut Paling Mudah Dan Efektif
  7. Cara Pemasaran Belut Mudah Dan Menjanjikan
  8. Belut Raksasa Yang Pernah Ada Di Dunia
Sebenarnya tidaklah terlalu susah untuk Belut Air Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya, karena disini saya sudah memberikan teknik terbaik untuk sukses berbudidaya belut pada air bersih. Tentunya dengan semangat juang yang tinggi akan membantu Anda sukses untuk berwirausaha dengan budidaya belut air bersih. Salam Sukses Mitra Budidaya!!

Demikian tips yang saya bagikan tentang BelutAir Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya, semoga bermanfaat, baca juga ulasan menarik lainnya pada Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas.
Read More

Kamis, 30 Juli 2015

Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas

17.06 0

Budidaya Belut Dengan Kolam Drum

Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas - Belut adalah binatang jenis ikan yang dikenal sebagai ikan yang paling licin dan susah untuk ditangkap, jika kita pegang belut ini akan selalu dapat meloloskan diri karena tubuhnya yang licin dan bentuknya yang memanjang. Jika dilihat sekilas, belut terlihat seperti halnya ular yang berada di air, ikan bentuknya yang sebagian orang dianggap menjijikkan justru adalah ikan yang memiliki gizi yang sangat bagus. Belut saat ini menjadi makanan favorit bagi beberapa orang, dan bahkan belut ini diexport ke luar negeri.

Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas
Pada tahun 2015 saat ini permintaan belut konsumsi semakin meningkat, padahal kita tahu dinegara kita budidaya pembesaran belut semakin bertambah, namun hal itu tidak mampu untuk menutupi permintaan pasar yang selalu kehabisan stok. Jika kita sudah melihat peluang tersebut, Anda sebagai seorang wirausahawan apakah akan diam saja? Tentunya tidak, jadi cobalah untuk memulai budidaya belut untuk pembesaran, karena hal ini sangat mudah dan tidak perlu keahlian tertentu.

Ikan belut ini sangat kuat dan tidak mudah mati, dan belut juga mampu hidup dalam keadaan air berlumpur karena belut ini memiliki 2 sistem pernapasan, jadi Anda tidak perlu kuatir jika ingin budidaya belut dalam area yang sedikit air. Belut dahulu banyak ditemukan diarea persawahan, namun seiring dengan majunya teknologi banyak sekali pupuk/obat-obatan pertanian berbahan kimia yang digunakan untuk mengobati tanaman disawah. Hal itu tentunya memicu untuk membuat belut tidak dapat berkembang biak dan akan mati, jadi saat ini kita sudah susah untuk menemukan belut yang hidup dipersawahan. Selain dipersawahan belut juga ditemukan dirawa-rawa yang banyak lumpurnya, karena belut sangat menyukai area yang berair dan juga berlumpur.

Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas
Jika pada pertemuan kemaren saya telah membahas tentang “Budidaya Belut Sukses Dengan Langkah Mudah” maka disini saya akan membahas bagaimana budidaya belut untuk pembesaran dengan menggunakan drum bekas sebagai media kolam. Jika menggunakan drum bekas sebagai media kolam budidaya belut maka akan lebih praktis karena sifatnya yang portable (dapat dipindahkan). Selain itu dengan menggunakan drum sebagai kolam budidaya belut juga akan mengurangi sampah plastik atau seng yang bertebaran dilingkungan rumah kita.

Sekilas yang perlu kita ketahui tentang modal awal untuk memulai budidaya pembesaran belut adalah sebagi berikut :

Harga Bibit Belut

Harga bibit belut perkilonya adalah sekitar Rp.55.000/ kg dengan isi (75-110 ekor/kg)

Harga Jual Belut

Untuk harga jual belut yang sudah siap dikonsumsi adalah sekitar 32.000/kg dengan isi (3-5 ekor/kg)
Baiklah sekarang kita akan memulai untuk membahas bagaimana langkah-langkah untuk bagaimana Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas.

Persiapan Pembuatan Kolam Drum Bekas Untuk Budidaya Belut

Mengunakan drum bekas sebagai kolam merupakan jenis kolam yang termasuk dalam kategori semi permanent, dalam jenis kolam yang semi permanent kita juga bisa menggunakan tong,terpal,atau media lain yang bisa untuk menampung air. Dengan pemakain ini tentunya tidak memiliki umur yang panjang, karena drum terbuat dari bahan seng yang mudah karatan dan akhirnya rusak/bocor. Sangat berbanding terbalik jika kita menggunakan kolam tembok untuk budidaya pembesaran belut, yang sifatnya tahan lama.
Kolam Belut Dari Drum

Dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus kita lakukan jika ingin menggunakan drum bekas sebagai media kolam pembesaran belut :

  1. Drum/Tong bekas harus dibersihkan terlebih dahulu, terutama bagian dalam agar tidak terdapat zat jahat yang akan mengganggu kelangsungan hidup belut yang akan kita budidaya.
  2. Lubangi drum dengan bentuk memanjang.
  3. Peletakan drum harus ditanah yang datardan teduh, jangan lupa untuk mengganjal kanan kiri drum agar tidak menggelinding karena drum berbentuk lingkaran.
  4. Buatlah saluran pembuangan pada bagian bawah drum.
  5. Buatlah pelindung/tutup pada drum agar belut terlindung dari panas yang menyengat, karena drum ini akan sangat panas jika terkena panas.

    Cara membuat Media Tumbuh Untuk Budidaya Belut

    Pada bagian ini kita harus teliti dalam membuatnya, karena medi tumbuh yang akan kita masukkan kedalam drum sebagi kolam adalah hal penting yang akan menunjang sukses tidaknya pembesaran belut. Dialam bebas belut sangat menyukai lumpur yang subur, banyak makanan disana dan juga nyaman untuk kelangsungan hidupnya. Jadi kita dituntut untuk bisa memberikan kenyamanan hidup didalam drum untuk tempat belut tinggal. Untuk Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas, sebenarnya tidaklah sulit untuk membuatnya, dengan bahan-bahan yang musah didapat kita dapat membuatnya. Dibawah ini adalah langkah-langkah membuat media tumbuh untuk budidaya pembesaran belut dengan menggunakan drum bekas sebagai kolam :
    1. Masukkan jerami yang sudah dirajang kedalam drum hinggi mencapai ketebalan sekitar 50cm.
    2. Langkah kedua siaramlah jerami tersebut dengan menggunakan mikroorganisma stater dengan tarakan 1 liter/drum.
    3. Langkah ke 3 berilah pupuk kompos dengan ketebalan sekitar 6cm, bisa dengan menggunakan pupuk kandang, kotoran ternak, dan kotoran unggas.
    4. Selanjutnya masukkanlah lumpur kering dengan ketebalan sekitar 25cm, lumpur kering harus sudah dcampurkan dengan pupuk TSP dengan takaran sekitar 5kg.
    5. Terakhir, kita sudah bisa mengisi dengan air bersih dengan tinggi sekitar 15cm, lalu biarkan kira-kira 2 minggu lamanya, agar proses fermentsi lebih maksimal.

    Cara Pemilihan Bibit belut

    Ciri Ciri Bibit Belut Yang Baik
    Jika drum bekas sebagai media kolam sudah siap digunakan maka segera tebarkan bibit belut, dan pada tahap ini juga mempengaruhi berhasil tidaknya budidaya pembesaran belut. Hal penting yang akan kita lakukan pada tahap ini adalah cara pemilihan bibit yang baik agar bisa tumbuh dengan baik pula. Dan dibawah ini adalah ciri-ciri bibit yang baik untuk budidaya pembesaran belut :
    1. Pilihlah ukuran belut yang seragam agar nantinya saat tumbuh bisa bersamaan dan panen bersama pula.
    2. Pilihlah yang aktif, gesit dan tidak lemas.
    3. Bibit harus tidak cacat dan tidak penyakitan
    4. Pilihlah yang berukuran panjang 10-12cm.

    Cara Memberi Pakan Belut

    Pada tahap ini juga merupakan hal penting yang mempengaruhi proses tumbuhnya belut yang kita budidayakan, karena makanan sangatlah penting untuk makhluk hidup supaya hidup dan berkembang biak. Makanan yang baik juga akan menghasilkan pertumbuhan yang bagus, jadi pemberian pakan harap diperhatikan.

    Pemberian pakan juga jangan sampai telat karena jika kelaparan belut yang lebih besar akan memakan belut yang lebih kecil, dan pemberian pakan juga harus mencapai 5-20% dari bobot tubuh /hari.

    Pemberian pakan yang paling tepat adalah saat hari gelap, kita bisa memulai memberi pakan tersebut pada sore hari dan saat matahari terbenam meraka akan cari mangsa. Belut sangat menyukai pakan hidup/alam seperti : cacing, kecebong, katak, ikan rucah, keong mas, bekicot, bangkai ternak, dll. Sebelum memberikan pakan tersebut sebaiknya direbus terlebih dahulu, agar nantinya pakan mudah untuk dimakan dan dicerna.

    Cara Panen Belut Pada Kolam Drum

    Saat ini adalah saat yang kita tunggu-tunggu, proses pemanenan belut juga tergolong tidak lama, jika kita menebar benih dengan berat 2kg dan ukuran panjang bibit 10-12cm maka hanya dengan jangka waktu 3-4 bulan belut sudah siap dipanen. Harga bibit belut juga sangat murah, dengan harga sekitar 50rb/kilo dengan isi kira-kira 75-110 ekor. Dan harga jualnya tergolong sangat mahal yaitu bisa mencapai 32rb/kilo dengan isi 3-5 ekor.
    Panen Belut Hasil Budidaya Pada Kolam Drum Bekas

    Memang untuk usaha seperti ini diperlukan ketelatenan dan juga kesabaran, dan tentunya juga disertai pengalaman, untuk itu jangan pernah untuk takut mencoba, somoga tips tentang Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas bisa membantu Anda untuk memulai bisnis baru untuk sampingan, salam sukses para pembudidaya!!

    Artikel Terkait Tentang Budidaya Kambing
    1. Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah
    2. Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas
    3. Belut Air Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya
    4. Cara Beternak Belut Sukses Dengan Praktis Dan Mudah
    5. Ternak Belut Di Tong Dengan Praktis Dan Mudah
    6. Cara Ternak Belut Paling Mudah Dan Efektif
    7. Cara Pemasaran Belut Mudah Dan Menjanjikan
    8. Belut Raksasa Yang Pernah Ada Di Dunia
    Demikian tips yang saya bagikan tentang Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas, semoga bermanfaat, baca juga ulasan menarik lainnya pada Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah.
    Read More

    Rabu, 29 Juli 2015

    Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah

    16.24 0

    Budidaya Belut

    Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah
    Belut adalah binatang air, dan belut ini merupakan kelompok dari binatang ikan namun belut ini sangat berbeda dengan jenis ikan lainnya, karena belut dapat hidup didalam lumpur dan hanya dengan sedkiti air. Karena belut mempunyai sistem pernapasan yang membantunya agar tetap hidup dalam kondisi lumpur dengan sedkiti air. Semakin berkembangnya perekonomian masyarakat, permintaan belut sebagai ikan konsumsi semakin meningkat, karena rasanya yang enak dan juga kandungan gizi yang banyak. Dan pada umumnya belut yang ada dinegara kita terbagi 2 jenis, yaitu belut sawah (Monopterus albus) dan belut rawa (Synbranchus bengalensis).

    Sangat mudah untuk membedakan jenis belut sawah dan juga jenis belut rawa, perbedaan yang signifikan terdapat pada postur tubuhnya, untuk belut sawah sedikit lebih pendek namun gemuk, (istilah jawa : cempluk) sedangkan belut rawa memiliki ukuran tubuh yang lebih panajang dan ramping (lurus).

    Pada dasarnya budidaya belut terdapat 2 jenis, yaitu usaha budidaya belut pembibitan dan budidaya belut dengan sistem pembesaran. Untuk budidaya pembibitan belut ini bertujuan untuk beternak (mengahsilkan bibit) untuk dijual kepara pembudidaya pembesaran belut. Dan para pembudidaya pembesaranbelut ini adalah membesarkan bibit belut agar menjadi dewasa dan siap dikonsumsi dan dijual dipasaran.
    Cara Budidaya Belut Sukses Dengan Langkah Mudah

    Dari dua bagian budidaya belut diatas, yang paling mudah adalah budidaya belut untuk pembesaran, karena bisa dilakukan oleh semua orang baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Daging belut sangat diminati oleh banyak orang, mulai dari langsung dikonsumsi dan juga menjadi beberapa olahan masakan. Banyak yang mengatakan darah belut juga berguna untuk penyembuhan beberapa penyakit, selain itu yang sudah saya lakukan adalah memberi makan ayam aduan dengan belut yang masih hidup, dan lihat perkembangan setelah memakan belut, ayam akan menjadi lebih sehat dan ganas.
    Budidaya Belut
    Baiklah disini saya akan memberikan tips mudah untuk sukses berbudidaya pembesaran belut, karena pembesaran sangat mudah hanya dengan sedikiti ketelatenan saja. Dan media yang akan kita jadikan kolam disini adalah kolam tembok untuk memudahkan memulai budidaya pembesaran belut. Dari pemilihan bibit hingga panen semua akan saya jelaskan dibawah ini, baiklah yang pertama adalah :

    Pemilihan Bibit Untuk Budidaya Belut

    Untuk mendapatkan bibit belut yang akan kita masukkan kedalam kolam pembesaran bisa dengan cara membeli dipara penangkar bibit ikan dan juga hasil tangkapan disawah atau dirawa, dan semuanya cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk bibit belut hasil tangkapan akan memiliki kekurangan karena ukuran tubuhnya yang berbeda-beda, namun bibit belut tangkapan memiliki kelebihan rasanya yang gurih dan nkmat jika dimakan, dan juga bagusnya harga jual. Dan untuk kekurangan bibit belut hasil budidaya adalah harga jual setelah panen lebih rendah daripada harga jual hasil panen bibit belut tangkapan, namun bibit hasil budidaya ini memiliki kelebihan ukuran dan umur yang seragam, jadi sangat mudah dalam memantau perkembangan pembesarannya, bibit belut hasil budidaya juga tersedia dengan jumlah yang banyak dan kuantitasnya terjamin. Kelebihan lainnya pada bibit belut hasil budidaya adalah memiliki daya pertumbuhan yang seragam, tumbuhnya bisa secara bersama dan menyeluruh.

    Bibit belut budidaya adalah dihasilkan dengan cara proses pemijahan antara belut jantan dan belut betina, dan selama ini dinegara kita belum ada cara pemijahan buatan seperti suntik hormon, obat peransang, dll jadi proses pemijahan belut masih dilakukan dengan cara alami. Dibawah ini adalah ciri-ciri bibit belut yang memilki potensi perkembangan petumbuhan yang baik :
    1. Ukurannya tubuh yang sama (seragam)sangat penting untuk ukuran bibit yang akan kita budidayakan, karena ukuran yang sama akan menghindarkan dari proses kanibalisme (belut yang lebih besar akan memangsa belut yang lebih kecil).
    2. Terlihat dari gerakannya yang aktif dan lincah, tidak loyo.
    3. Bibit tidak mengalami cacat atau luka secara fisik.
    4. Tidak terjangkit penyakit.

    Bibit belut hasil budidaya yang akan memasuki kolam pembesaran pada umumnya berukuran antara 10-12cm. Dan dengan estimasi waktu panen sekitar 3 sampai 4 bulan, untuk target pemasaran export sekitar 6 bulanan agar belut yang dihasilkan lebih besar.

    Persiapan Kolam Budidaya Belut

    Baiklah, kali ini kita akan memasukai tahap untuk membuat media kolam sebagai budidaya pembesaran belut, kolam dapat dibuat dengan metode permanen dan semi permanen. Kolam permanan untuk pembesaran belut yang banyak dipakai oleh para pembudidaya pembesaran belut adalah kolam tanah, sawah, dan kolam tembok. Namun disini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat kolam tembok sebagai media budidaya pembesaran belut. Mengapa kolam tembok yang dijadikan pilihan? Karena kolam ini akan tahan lama dan dapat dipakai hingga 5-8 tahun, dan awet tidaknya kolam ini juga ditentukan oleh bahan yang digunakan untuk membuatnya.
    Kolam Tembok Untuk Budidaya atau Beternak Belut

    Pembuatan ukuran lebar kolam tembok dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan untuk tingginya yang paling bagus adalah 1-2 meter. Dan pada kolam tembok harus diberi lubang pembuangan, supaya mudah untuk membuang media tumbuh jika diperlukan. Dan untuk kolam tembok yang masih baru, harus dibiarkan kering terlebih dahulu selama kurang lebih 2 minggu, selatjutnya isi kolam dengan air bersih sampai penuh dan berikan daun pisang, pelepah pisang, serabut kelapa didalamnya, hal ini berguna untuk mengurangi bau semen dan menghilangkan zat kimia lainnya. Lakukan pencucian kolam dengan minimal 3 kali, sampai benar benar bersih bau semennya, karena belut bisa stress jika bau semen tersebut masih ada. Namun budidaya belut juga bisa dilakukan pada kolam tanpa lumpur (air jernih).

    Pembuatan Media Tumbuh Didalam Kolam Pembesaran Budidaya Belut

    Pada alam bebas belut sangat menyukai area yang terdapat lumpur, dan dia juga bermain-main didalam lumpur karena baginya sangat mudah untuk menembus lumpur yang empuk. Belut juga akan membawa mangsangan kedalam lumpur saat berburu, setelah mangsanya mati dia kemudian memakannya. Lumpur juga berfungsi tempat belut berlindung dari predator lainnya, dan pada kolam yang akan kita gunakan untuk pembesaran belut, sebaiknya kita sediakan media tumbuh untuknya agar perkembangan pertumbuhan lebih maksimal. Bahan-bahan yang akan kita gunakan untuk membuat media tumbuh didalam kolam adalah : lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba dekomposer.

    Pembuatan dari kombinasi bahan-bahan diatas adalah tidak ada patokan tertentu, tergantung kira-kira dan kebiasaan para pembudidaya sendiri dan hal itu tentunya juga tergantung dengan mudah tidaknya bahan-bahan yang didapatkan. Dan dibawah ini akan saya jelaskan langkah mudah untuk membuat media hidup didalam kolam pembesaran.
    1. Bersihkan kolam dari segala macam kotoran, lalu masukkan jerami yang sudah dirajang setinggi sekitar 20cm.
    2. Kemudian berilah pelepah pisang yang sudah dirajang diatas tumpukan jerami tersebut kira-kira dengan tinggi ketebalan 6cm.
    3. Berikan pupuk kandang diatasnya dengan ketebalan kira-kira 20-25 cm, bahan yang dapat digunakan untuk pupuk seperti : pupuk kandang, pupuk kompos, humus, dan kotoran ternak. Pupuk disini agan berfungsi sebagai media berkembangnya mikroorganisme baik yang dapat digunakan untuk makanan belut.
    4. Setelah diberi pupuk, siramlah dengan air yang sudah dicampur dengen cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, cairan ini bisa menggunakan seperti larutan EM4.
    5. Setelah itu, isilah dengan lumpur, lumpur bisa didapat dari sawah atau rawa, pemberiannya kira-kira setebal 10-15 cm, kemudian diamkan selama kurang lebih 1-2 minggu untuk jangka waktu tumbuhnya mikroorganisme baik.
    6. Selanjutnya bisa diisi air bersih kira-kira setinggi 5cm dari media yang ada didalam kolam tersebut, berilah tanaman air seperti enceng gondok, namun jangan terlalu banyak.
    7. Jika semua sudah siap dari lapisan media tumbuh tersebut akan menghasilkan ketebalan kurang lebih 60 cm, dan selanjutnya bibit belut siap dimasukkan.
    Penebaran Bibit Dan Pengaturan Air Budidaya Belut

    Belut merupakan jenis ikan yang bisa hidup dengan kepadatan yang tinggi, dan penebaran bisa dilakukan dengan ukuran untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2. Penebaran bibit yang paling bagus adalah pada sore atau pagi hari, namunmenurut saya yang terbaik adalah pada sore hari. Untuk bibit belut yang dihasilkan dari tangkapan seharusnya bibit-bibit ini dikarantina terlebih dahulu pada kolam berair bersih selama kurang lebih 1-2 hari, dan pada masa karantina berikan makanan kuning telur.

    Pengaturan sirkulasi air jangan terlalu deras, karena bisa menyebabkan erosi, dan tinggi air harus selalu dijaga karena semakin tinggi air akan membuat belut lebih aktif bergerak dan akibatnya belut akan susah untuk gemuk.

    Pemberian Pakan Budidaya Belut

    Ikan jenis belut ini tergolong ikan yang rakus, oleh karena itu kita diharuskan untuk tidak lama telat untuk memberikan makanan, hal ini sangat beresiko terhadap benih yang baru ditebar dan juga belut yang telah dewasa, karena dia akan memangsa sesama. Pemberian pakan harus mencukupi untuk pupulasi belut. Belut membutuhkan makanan 10-20% dari jumlah bobotnya pada setiap harinya, makanan sangat penting untuk perkembangan pertumbuhan belut.

    Dibawah ini adalah perkiraan kebutuhan makanan setiap harinya untuk bobot belut berjumlah 10kg :

    • Belut Umur 0 sampai 1 bulan: 0,5 kg
    • Belut Umur 1 sampai 2 bulan: 1 kg
    • Belut Umur 2 sampai 3 bulan: 1,5 kg
    • Belut Umur 3 sampai 4 bulan: 2 kg
    Pemberian pakan untuk belut bisa diberikan pakan hidup atau pakan mati, pakan hidup ini sangat bagus untuk belut yang masih kecil, beberapa pakan hidup yang dapat diberikan pada belut yang masih kecil adalah : cacing, plankton, jentik nyamuk, kutu air, kecebong, larva ikan, dll. Dan untuk pakan hidup belut dewasa bisa diberikan seperti : berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Pemberian pakan hidup ini bisa diberikan selang 3 hari sekali, agar pertumbuhan belut lebih bagus.

    Untuk pemberian pakan mati bisa diberikan seperti : pelet, bangkai ayam, ikan rucah, cincangan bekicot dan yuyu, dll. Dari kesekian pakan mati ini lebih bagus diberikan setelah direbus terlebih dahulu, dengan pengecualian pelet tidak perlu direbus. Pemberian makanan untuk belut sangat bagus diberikan pada sore dan malam hari, karena belut akan beraktifitas didalam kegelapan. Pemberian pakan pada belut bisa diberikan dengan 2 kali dalam sehari. Jika kolam anda berada dalam rumah/area gelap pemberian pakan bisa diberikan kapanpun.

    Cara Pemanenan Budidaya Belut

    Kali ini kita telah memasuki tahap yang telah ditunggu-tunggu dalam tahap ini kita tentunya berharap untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari keuntungan hasil panen belut. Pemanenan sangat mudah karena tidak ada patokan ukuran pemanenan terhadap belut, yang kecil atau yang besar semuanya enak untuk dikonsumsi, bahkan beberapa orang menyukai belut berukuran kecil untuk dikonsumsi. Tetapi untuk belut yang akan diexsport harus berukuran lebih besar, untuk mendapatkan belut yang lebih besar dibutuhkan waktu pemeliharaan kurang lebih 5-6 bulan.
    Cara Panen Budidaya belut

    Dalam cara pemanenan budidaya belut ada dua cara, yaitu dengan pemanenan total atau dengan hanya mengambil yang lebih besar dan memisahkan yang kecil untuk dipelihara kembali (penyoriran). Pemanenan total bisa dilakukan jika budidaya belut pembesaran sudah tepat penanganannya, sehingga pertumbuhan belut akan bersamaan (seragam).

    Artikel Terkait Tentang Budidaya Kambing

    1. Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah
    2. Cara Budidaya Belut Dengan Kolam Drum Bekas
    3. Belut Air Bersih Dan Cara Sukses Budidaya Pembesarannya
    4. Cara Beternak Belut Sukses Dengan Praktis Dan Mudah
    5. Ternak Belut Di Tong Dengan Praktis Dan Mudah
    6. Cara Ternak Belut Paling Mudah Dan Efektif
    7. Cara Pemasaran Belut Mudah Dan Menjanjikan
    8. Belut Raksasa Yang Pernah Ada Di Dunia
    Baiklah diatas sudah saya jelaskan tentang Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah, semoga coretan saya membantu Anda untuk sukses berbudidaya pembesaran belut. Jangan pantang meyerah untuk berwirausaha,  segera memulai, semakin banyak pengalaman makan akan semakin banyak modal untuk membawa Anda sukses.

    Demikian tips yang saya bagikan tentang Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah, semoga bermanfaat, baca juga ulasan menarik lainnya pada Kicau Lovebird Terbaik Durasi Panjang Untuk Masteran.
    Read More

    Post Top Ad