Informasi Seputar Burung: Cara Beternak Kambing

Hot

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label Cara Beternak Kambing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Beternak Kambing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2015

Cara Beternak Kambing Modern Paling Mudah Pasti Untung

16.07 0

Cara Beternak Kambing

Kali ini akan saya bagikan sebuah cara beternak Kambing dengan langkah modern yang sangat berpeluang akan datangnya sebuah keuntungan dalam usaha ternak Kambing. Kambing adalah salah satu binatang ternak yang dagingnya sangat di nikmati di pasaran, daging Kambing sangat khas dan nikmat, apalagi dengan beberapa resep masakan di Negara Kita.
Cara Beternak Kambing Etawa
Saat ini para peternak Kambing juga sudah semakin banyak, mulai dari Kambing pedaging, Kambing susu, dan bahkan Kambing yang sengaja di siapkan untuk kontes. Dengan semakin banyaknya para peternak tersebut tidaklah berarti menutup peluang untuk memulai beternak Kambing, kebutuhan daging Kambing selalu meningkat di setiap tahunnya. Untuk menutupi kebutuhan daging Kambing yang terus melambung maka Pemerintah melakukan impor daging untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat di Negara Kita.
Cara Beternak Kambing Etawa Super
Cara beternak Kambing yang akan saya bahas di sini adalah dengan konsep modern, dimana sudah tidak lagi menggunakan cara yang sama seperti para peternak Kambing di pedesaan yang hanya mengandalkan pakan hasil ngarit (mencari pakan rumput hijau dari perkebunan). Jika kita mengikuti cara tersebut maka ternak Kambing yang akan kita jalankan sangatlah susah untuk di kembangkan, semakin minimnya stok pakan adalah masalah pertama yang menghambatnya.
Cara Beternak Kambing
Selain itu juga waktu yang terbuang untuk mencari rumput di perkebunan, lebih baik waktu tersebut kita gunakan untuk perawatan meningkatkan hasil produksi. Cara beternak Kambingkali ini adalah dengan konsep pemberian pakan buatan, pakan yang di berikan adalah hasil dari fermentasi bahan organik seperti jerami padi, jagung, kangkung, pelepah pisang, pohon pisang, dan bahan organik lainnya yang dapat di fermentasi.

Sebelum memulai usaha ternak Kambing yang harus kita lakukan adalah menetapkan tujuan untuk apa ternak Kambing yang akan Kita jalankan, sebagai Kambing pedaging, Kambing penghasil susu, atau sebagai Kambing kontes (untuk hobi). Untuk Kambing sebagai pedaging bisa menggunakan jenis Kambing Kacang/lokal/jawa, Kambing Etawa, Kambing Gibas, dan jenis kambing lainnya. Namun untuk tujuan sebagai Kambing penghasil susu maka kita harus menggunakan jenis Kambing Etawa sebagai bibitnya karena Kambing Etawa dapat di ambil susunya pada setiap harinya. Dan untuk Kambing kontes ini juga dapat menggunakan Kambing Etawa super (ras keturunan Etawa ori masih kuat), kontes yang banyak di selenggarakan adalah di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setelah salah satu tujuan hasil produksi sudah kita tentukan maka selanjutnya kita harus melakukan persiapan dari awal pembuatan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan dan perawatan hingga panen.

Cara Beternak Kambing Dengan Pakan Buatan

Cara beternak Kambing dengan konsep pemberian pakan buatan sangatlah mudah namun semua persiapan juga harus di kerjakan dengan secara baik dan benar. Di bawah ini adalah langkah-langkah untuk memulai menjalankan usaha ternak Kambing berkonsep modern dengan pemberian pakan buatan hasil fermentasi jerami atau bahan organik lainnya.
Ternak Kambing Dengan Pakan Buatan Fermentasi Jerami
Pembuatan Kandang Untuk  Cara Beternak Kambing Dengan Pakan Buatan

Dalam usaha ternak binatang apapun maka tentunya membutuhkan Kandang untuk menampung binatang ternak yang kita pelihara. Pembuatan kandang Kambing ini sangatlah mudah dan tidak akan memakan biaya yang mahal karena Kandang dapat di bangun dengan bahan-bahan yang harganya murah dan mudah di dapat. Kandang Kambing dapat di bangun dengan bahan kayu yang harganya murah dan juga bambu, namun walaupun di buat dengan bahan-bahan yang murah Kandang harus di bangun dengan kokoh  agar tidak mudah roboh ketika Kambing melakukan hal-hal yang tidak di inginkan seperti bartarung antar pejantan atau Kambing jantan yang mengejar-kejar Kambing betina saat tali lepas. Selain di kurung di dalam Kandang, Kambing juga di ikat dengan tali sehingga Kambing bisa secara teratur dengan jarak yang di tentukan.

Kandang Kambing yang bagus adalah dengan model panggung, jadi kandang seperti halnya panggung dan dasar kandang di buat dengan renggang antara kayu atau bambu yang di jajar. Dengan renggangan tersebut kotoran Kambing akan jatuh kebawah dan tidak mengganggu Kambing. Dengan konsep kandang panggung Kambing akan lebih sehat karena tidak berkontak langsung dengan kotoran yang sudah membusuk. Kotoran yang langsung kebawah juga dapat langsung di ambil dan di gunakan sebagai pupuk organik. Ukuran kandang ini sangatlah bervariasi, sebaiknya kandang di buat dengan model memanjang dan Kambing di ikat dengan tali agar dapat berjajar dengan tertib. Pembuatan ukuran kandang Kambing menyesuaikan kebutuhan berapa banyak Kambing yang akan di ternak, namun untuk jarak aman kambing 1 dengan sebelahnya adalah 1 meter dengan saling di ikat tali dengan panjang setengah meter.

Pemilihan Bibit Untuk Cara Beternak Kambing Dengan Pakan Buatan

Pemilihan bibit dalam beternak binatang apapun adalah hal yang wajib, namun bibit tidaklah boleh di pilih dengan asal, karena bibit ini yang akan menjadi modal bagaimana hasil produksinya nanti. Bibit yang unggul akan menunjang berkualitasnya hasil produksi, dengan demikian yang harus kita lakukan adalah dengan mencari bibit yang unggul dengan kriteria yang bagus untuk di jadikan bibit. Bibit unggul bisa mudah kita dapatkan dengan membeli langsung di kandang para peternak yang sudah berpengalaman dan sudah terlihat track recodnya, namun cara ini memiliki kelemahan yang tentunya dengan harganya yang mahal. Bibit unggul juga dapat kita beli dari pasar Kambing terdekat di Kota Anda, namun harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :
  • Sehat, tubuh tinggi, besar namun tidak gemuk obesitas (ideal)
  • Bulu halus
  • Matanya cerah
  • Berputing 2 jika betina, dan memiliki 2 testis jika jantan
  • Tulang punggung lurus dan tidak terdapat cacat atau bengkok
  • Kakinya kokoh
  • Galak untuk jantan dan Jinak untuk betina
  • Memiliki nafsu kawin yang tinggi untuk pejantan
  • Nafsu makan bagus
  • Umur sebaiknya 8-12 bulan, karena di usia ini Kambing sudah siap untuk proses perkawinan

Jika Anda sudah menemukan ciri seperti yang Saya sebutkan diatas, maka segera tawar dengan harga yang sesuai, dan jika cocok segera bawa pulang dan masukkan lalu ikat di dalam kandang yang sudah kita siapkan. Kemudian berilah minum setelah 10 menit, Kambing yang di beli dari pasar pastinya capek dan haus karena di angkut dengan kendaraan. Setelah kira-kira 1 jam beri makan Kambing yang sudah Kita beli tersebut dengan pakan buatan yang akan Saya bagikan caranya dibawah ini. Untuk fermentasi pakan buatan dengan bahan jerami bisa Anda pelajari pada postingan berjudul “Pakan Ternak Kambing Fermentasi Jerami Efektif Dan Murah Tanpa Ngarit”.

Cara Beternak Kambing Dengan Pakan Buatan

Pada umumnya beberapa peternak Kambing mengandalkan pakan hijau sebagai pakan utama Kambing, baik yang di peroleh dari membeli di pasar rumput ataupun dari hasil mencari di kebun (ngarit). Namun cara ini sudah tidak jamannya lagi, selain sangat merepotkan juga pakan tidak seefektif pakan buatan hasil fermentasi bahan-bahan organik. Di bawah ini adalah persiapan dan langkah-langkah membuat pakan buatan dengan fermentasi bahan organik.
Cara Beternak Kambing Dengan Pakan Buatan
Persiapan Pembuatan Pakan Buatan
  1. Siapkan 100 Kg bahan organik yang akan di jadikan sebagai bahan utama membuat pakan buatan, bisa menggunakan jerami padi, pohon pisang, pohon jagung, dan bahan organik lainnya. Potong kecil-kecil bahan organik (rajang) kemudina keringkan sampai benar-benar kering.
  2. Siapkan tetes tebu/molase dengan takaran kira-kira 20-25 Liter, bisa di beli di penjual tetes untuk ternak terdekat Anda. Jika tidak ada tetes tebu bisa di ganti dengan air gula yang telah di larutkan.
  3. Siapkan probiotik Viterna dan Tangguh 1 botol, bisa di beli di toko peternakan terdekat.
  4. Siapkan air bersih yang tidak tercampur dengan bahan apapun sekitar 250-300 Liter.
  5. Wadah (di gunakan untuk proses fermentasi), bisa menggunakan kolam tembok, terpal, drum bekas, dan siapkan juga penutupnya agar rapat.
  6. Alat pemotong bahan organik (poin 1), bisa menggunakan gunting, sabit, dan mesin pemotong jerami.
  7. Lengkapi dengan beberapa wadah seperti ember, dll.

Langkah-Langkah Pembuatan Pakan Buatan
  1. Pastikan wadah bersih dari benda dan cairan apapun, tidak terkena sinar matahari dan hujan.
  2. Pastikan juga bahan organik yang sudah di potong dan di keringkan.
  3. Selanjutnya larutkan tetes dan 1 botol probiotik Viterna dengan air bersih dengan ukuran pada persiapan diatas.
  4. Campurlah bahan organik dengan tetes pada wadah drum bekas, ember, atau tempat lain.
  5. Untuk mencampurkan jerami dan tetes+viterna agar merata, sebaiknya taruh secara bertahap jerami kemudian campurkan dengan larutan tersebut hingga semuanya merata.
  6. Pastikan semua jerami sudah tercampur dengan larutan viterna+tetes, kemudian masukkan semua jerami kedalam wadah pembuatan fermentasi (poin 1), kemudian ratakan dan injak-injak agar memadat.
  7. Kemudian tutup wadah tempat proses fermentasi dengan rapat bisa menggunakan plastik atau terpal
  8. Biarkan selama 7 hari, setelah itu pakan buatan sudah bisa di gunakan, gunakan secukupnya dan tutup kembali wadahnya dengan rapat.
  9. Berikanlah setiap 2 kali sehari dengan pembagian waktu pagi dan sore hari, pemberian sebaiknya di lakukan dengan perbandingan berat badan kambing x 3% pakan fermentasi dari jerami.
  10. Untuk membuat kambing semakin gemuk bisa di tambahkan bekatul dengan kualitas 1 dengan takaran 0,5 kilo setiap harinya (untuk 1 ekor kambing dewasa).

Perawatan Untuk Cara Beternak kambing

Perawatan yang di maksud kali ini adalah bagaimana merawat Kambing dengan secara baik dan benar, pemberian pakan dan minuman dengan teratur dan juga kebersihan kandang perlu selalu di jaga agar tidak menimbulkan penyakit. Jika Kambing terkena penyakit segera beri obat dengan konsultasi terlebih dahulu kepada para peternak senior atau lebih baik dengan dokter hewan terdekat.
Waktu pemberian makan Kambing yang baik adalah dengan 2 kali sehari, antara pagi dan sore, dan pada siang hari dapat di beri pakan tambahan seperti konsentrat dan bekatul untuk menunjang pengemukan. Lakukan hal ini di setiap harinya, jika semua telah terpenuhi maka hasil panen usaha ternak Kambing Anda akan memuaskan.

Sebenarnya cukup mudah untuk  memenuhi Cara beternak Kambing dengan konsep pakan buatan, hanya membutuhkan kedisiplinan dan juga tentunya doa. Demikian ulasan tentang Cara beternak Kambing yang dapat saya sampaikan, Salam Sukses Mitra Budidaya!!

Demikian tips yang saya bagikan tentang Cara Beternak Kambing Modern Paling Mudah Pasti Untung, semoga bermanfaat, baca juga ulasan menarik lainnya pada Beternak Kambing Dengan Cara Mudah Pasti Untung.
Read More

Rabu, 21 Oktober 2015

Beternak Kambing Dengan Cara Mudah Pasti Untung

16.22 0

Beternak Kambing

Sekarang beternak Kambing merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan, semakin banyaknya penduduk di Negara kita maka tingkat konsumsi daging Kambing juga terus melambung. Hal ini tentunya harus diimbangi dengan meningkatkan hasil produksi daging Kambing di Negara kita agar Pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor daging untuk menutupi semakin banyaknya permintaan pasar.  Saat ini di Indonesia sudah banyak para peternak kambing, namun tidak terfokus dan tertarget, ternak kambing banyak di lakukan oleh para petani yang hanya memelihara beberapa ekor saja. Mereka merawat kambing hanya dengan sekedar tujuan sebagai tabungan, jadi jika suatu saat membutuhkan uang mendadak Mereka akan menjual Kambing miliknya. Dengan demikian tentunya kebutuhan konsumsi daging Kambing di Indonesia tidak akan pernah terpenuhi karena jika di hitung kebutuhan daging Kambing di Indonesia mencapai sekitar 500.000 ton/tahun. Tentunya hal ini akan menjadikan sebuah peluang usaha di bidang daging dengan menjalankan usaha beternak Kambing yang tertarget dan fokus.

Cara Beternak Kambing
Dalam beternak Kambing harus di tentukan dulu jenis Kambing apa yang akan di budidayakan karena banyak juga jenis Kambing pedaging yang ada di dalam Negri. Jenis-jenis Kambing yang ada di Indonesia bahkan mencapai puluhan jenis yang tersebar di pelosok Negri. Dengan banyaknya jenis-jenis Kambing tersebut namun yang paling banyak di budidayakan di Negara Kita adalah jenis Kambing Kacang (Kambing Jawa/lokal) dan juga Kambing Etawa (jenis Kambing yang berasal dari India). Kedua jenis Kambing ini tentunya memiliki keunggulan jika di budidayakan, saya sarankan untuk beternak Kambing sebagai pedaging maka di antara kedua jenis itu. Sebelumnya Anda harus terlebih dahulu seperti apa ciri-ciri 2 jenis kambing tersebut!!

Kambing Kacang (Kambing Jawa/Kambing Lokal)

Kambing ini merupakan jenis yang paling banyak di budidayakan di Indonesia terutama di Pulau Jawa yang merupakan salah satu ras unggulan yang mudah untuk di budidayakan.
Beternak Kambing Kacang (Lokal)
Sangat mudah dibedakan jenisnya dari Kambing Etawa, Kambing Kacang memiliki ukuran tubuh yang lebih pendek dan kecil. Bentuk telinganya tegak dan pendek, memiliki leher yang lebih pendek sedangkan bagian punggungnya lebih tinggi. Untuk warna Kambing Kacang banyak bervariasi, hitam polos, putih polos, coklat polos, dan kombinasi warna dari warna tersebut. Kambing Kacang memiliki keunggulan dalam hal penyesuaian lingkungan dan tingkat perkembangbiakan yang tinggi. Kambing ini mampu melahirkan anak 2 sampai 4 kali dalam 1 tahun, Kambing Kacang juga mampu bertumbuh dan berkambangbiak dengan baik meskipun mengkonsumsi pakan berkualitas rendah. Untuk itu jenis Kambing ini sangat populer di budidayakan untuk berternak Kambing di Indonesia.

Kambing Etawa

Jika berbicara masalah keunggulan dalam hasil produksi dalam beternak Kambing maka Kambing Etawa akan menjadi yang terbaik, Kambing Etawa dapat di ambil dagingnya, susunya, dan bahkan sebagai Kambing kontes yang jika mendapatkan juara maka harganya bisa menjadi 10 kalilipat dari harga aslinya.
Beternak Kambing Modern
Kambing Etawa memiliki ukuran tubunya yang besar dan tinggi,sangat mudah dibedakan dari jenis Kambing Lokal. Kambing Etawa memiliki telinga yang lebih panjang kebawah dan lebih kaki, panjangnya mencapai 15 sampai 35 cm. Warnanya banyak di jumpai hitam, coklat, dan putih polos atau kombinasi dari warna tersebut. Kambing Etawa memiliki bulu yang lebih panjang dan tebah, akan lebih panjang dan tebal pada bagian belakangnya (pantat).

Cara Memulai Beternak Kambing

Setelah mengenal dua jenis Kambing yang populer di budidayakan oleh para peternak di Indonesia maka selanjutnya adalah melakukan persiapan untuk memulai usaha beternak Kambing.
Beternak Kambing Etawa
Pada dasarnya untuk sukses dalam usaha beternak Kambing ini sangat praktis dan mudah, hanya saja mulai mempersiapkan kandang, bibit, perawatan (pemberian pakan, obat-obatan). Jika semuanya di kerjakan dengan secara tepat maka usaha beternak Kambing yang Anda jalankan tentunya akan mencapai kesuksesan. Dibawah ini adalah beberapa poin penting yang harus di lakukan jika akan memulai usaha budidaya kambing pedaging.

Pembuatan Kandang Untuk Beternak Kambing

Keberadaan kandang dalam menjalankan usaha beternak Kambing adalah yang paling utama, kandang yang baik juga akan mempengaruhi perkembangan pertumbuhan Kambing secara baik pula. Kandang Kambing yang baik adalah dengan model panggung, dengan kandang seperti ini akan meminimalisir Kambing untuk berkontak langsung dengan kotorannya karena kotoran akan jatuh kebawah. Dalam pembuatannya, kandang sangat di anjurkan untuk di lengkapi dengan kolong yang berfungsi untuk saluran pembuangan kotoran. Tinggi kandang kambing dari tanah sebaiknya adalah dibuat dengan sekitar 1-2 meter. Kandang panggung juga dibuatkan tempat makan kambing di bagian samping kandang, ukuran kira-kira letak tempat pakan sebahu dari tinggi kambing.
Cara Pembuatan Kandang Beternak Kambing
Dalam pembuatan kandang kambing ini tidaklah boleh dengan asal, namun dengan penyesuaian umur kambing, untuk ukuran kandang Kambing yang baik adalah sebagai berikut :
  • Kandang untuk anak Kambing yang telah di sapih sebaiknya berukuran 1 x 1,2 m (untuk 2 anak Kambing tanpa Induk)
  • Kandang Kambing jantan dewasa sebaiknya dibuat dengan ukuran 1,2 x 1,2 m setiap 1 ekornya.
  • Kandang Kambing betina dewasa (tanpa anak) sebaiknya di buat dengan ukuran : 1 x 1,2 setiap 1 ekornya.
  • Kandang kambing menyusui (1 Induk dan 2 anak) dibuat dengan ukuran 1,5 x 1,5 m.

Di bagian bawah Kandang Kambing panggung ini sebaiknya di buatkan sebuah saluran dengan cara menggali bagian pinggri area kandang dengan kedalaman sekitar 20cm dan juga menggali bagian tengahnya dengan kedalaman sekitar 30cm dengan tujuan menyalurkan kotoran ke tempat pembuangan agar kotoran Kambing dapat di manfaatkan sebagai pupuk organik.

Pemilihan Bibit Untuk Beternak Kambing

Semua ternak wajib dan pasti membutuhkan adanya bibit yang akan di budidayakan, dalam beternak Kambing juga demikian, keberadaan bibit ini sangat vital dan usaha ternak Kambing tidak akan bisa berjalan tanpa adanya bibit.
Pemilihan Bibit Unggul Beternak Kambing
Bibit yang di pilih juga sebaiknya bibit unggulan karena nantinya akan mempengaruhi tingkat hasil produksi, bibit unggul akan menghasilkan produksi yang unggul. Untuk itu sebelum membeli harus di pastikan bibit kambing harus bercirikan sebagai berikut :

·         Usia ideal bibit kambing adalah 8-12 bulan
·         Bobot ideal (tidak gemuk obesitas atau kurus)
·         Warna bulunya cerah dan mengkilat (pertanda kambing sehat)
·         Memiliki garis pinggang dan punggung yang lurus (tulangan lurus)
·         Kambing sehat dan tanpa cacat
·         Memiliki mata yang cerah, hidung dan anusnya bersih

Pemberian Pakan Yang Baik Untuk Beternak Kambing

Pada dasarnya semua jenis Kambing apa saja memerlukan makanan hijau, rumput atau tanaman adalah makanan pokok bagi Kambing. Pakan hijau terbaik untuk Kambing adalah yang memiliki kandungan gizi yang tinggi, pakan seperti daun singkong, daun lamtoro,daun kangkung dan masih banyak yang lainnya sangat bagus untuk di konsumsi oleh Kambing. Dalam pemberian pakan dari daun singkong terdapat pengecualian, pakan ini tidak dapat di berikan langsung namun harus melalui penjemuran terlebih dahulu sebelum di berikan. Penjemuran yang bagus adalah dengan waktu antara 3-6 jam, ambil daun singkong dari penjemuran lalu teduhkan setelah di teduhkan baru bisa di berikan. Cara ini adalah antisipasi keracunan pada Kambing yang di hasilkan oleh daun singkong.
Pakan Yang Baik Untuk Beternak Kambing
Selain makanan pokok (pakan hijau) Kambing juga memerlukan pakan tambahan sebagai penunjang pertumbuhan dan pembentukan daging. Pakan tambahan yang baik adalah dengan di berikan konsentrat setiap harinya, 1 ekor kambing dewasa membutuhkan 3kg konsentrat untuk setiap harinya. Solusi lain adalah pemberian pakan tambahan campuran dari ampas tahu 40%, bungkil kelapa 40%,bekatul 40%, dan ampas singkong 20%.

Pemberian pakan tambahan ini adalah sesudah Kambing menyantap pakan hijau, jadi jika setelah memakan pakan hijau Kambing masih juga belum kenyang maka berilah pakan tambahan tersebut. Pemberian pakan Kambing yang baik adalah dengan memberinya 2 kali dalam 1 hari terbagi antara pagi dan sore. Kambing dewasa memerlukan air bersih (untuk di minum) 2 liter setiap harinya, untuk itu juga jangan lupa memberikannya minum.

Masa Kehamilan Kambing (Masa Berkembangbiak)

Beternak Kambing ini memang perkembangannya sangat cepat karena tingkat reproduksi Kambing sangat cepat. Kambing dapat melahirkan anak setiap 7 bulan sekali dengan jumlah anak di antara 1-4 ekor. Setelah 1 bulan Kambing melahirkan maka sang Induk sudah dapat di kawinkan dengan pejantan, dalam perkawinan tentunya dengan pejantan yang unggul agar melahirkan keturunan yang baik. Anak kambing akan di sapih induknya setelah mencapai waktu sekitar 3-4 bulan dan anak Kambing akan dewasa setelah memasuki umur 8-10 bulan.
Masa Kehamilan Kambing (Masa Berkembangbiak)
Dalam mengawinkan Kambing ada rumus tersendiri, perkawinan harus sang induk dalam keadaan subur, siklus birahi kambing akan terjadi dengan waktu 17-21 hari, dan lama birahi kambing hanya 24-40 jam saja. Masa birahi Kambing sangat mudah di identifikasi yaitu dengan perilakunya yang tidak bisa diam, ekor yang sering di kibaskan, mengeluarkan urine yang sangat sering meskipun hanya sedikit, alat kelamin akan membengkak dan mengeluarkan cairan bening kental, dan pada masa ini Kambing betina akan diam jika di naiki oleh pejantan.


Dalam beternak Kambing ini tentunya sangatlah mudah apabila di kerjakan dengan kesungguhan, jika usaha ternak Kambing sudah berjalan dan menuai hasil panen maka tugas Kita adalah sebisa mungkin meningkatkan hasil produksinya agar mendapatkan pundi-pundi rupiah lebih. Ternak kambing yang dahulu hanya sekedar usaha sampingan para petani di Indonesia sekarang saatnya sudah menjadi usaha ternak yang serius dan fokus. Jika peternakan Kambing di Indonesia mampu meningkatkan hasil produksi setiap tahunnya maka Pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor daging untuk menutup kebutuhan masyarakat yang terus meningkat disetiap tahunnya. Salam Sukses Mitra Budidaya!!

Artikel Terkait Tentang Budidaya Kambing
  1. Ternak Kambing Dengan Cara Terbaik Dan Mudah Menuju Sukses
  2. Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal
  3. Ternak Kambing Etawa Praktis Dengan Panen Yang Memuaskan
  4. Pakan Ternak Kambing Fermentasi Jerami Efektif Dan Murah Tanpa Ngarit
  5. Kambing Etawa Super Pemenang Kontes Terbaik Di Indonesia
  6. Ternak Kambing Gibas Sangat Efektif Tanpa Ngarit
  7. Kambing Etawa Dengan Panduan Lengkap Cara Sukses Beternak
  8. Ternak Kambing Jawa Dengan Konsep Penggemukan Agar Cepat Untung
  9. Harga Kambing Terbaru Untuk Semua Jenis Tahun Ini
  10. Harga Kambing Etawa Terbaru Paling Akurat Tahun Ini
  11. Beternak Kambing Dengan Cara Mudah Pasti Untung
Demikian tips yang saya bagikan tentang Beternak Kambing Dengan Cara Mudah Pasti Untung, semoga bermanfaat, baca juga ulasan menarik lainnya pada Harga Kambing Etawa Terbaru Paling Akurat Tahun Ini.
Read More

Post Top Ad